Follow Us:
  • Kesejahteraan Masyarakat

    FOKUS KESEJAHTERAAN DAN PEMERATAAN EKONOMI

    Aspek kesejahteraan dan pemerataan ekonomi mencakup: (1) Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); (2) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Per Kapita; (3) Pertumbuhan Ekonomi; dan      (4) Laju  inflasi. Uraian lebih mendalam tentang ke 4 (empat) struktur aspek kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, dapat dipaparkan sebagai berikut :

    1. Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
    Pertumbuhan perekonomian daerah secara umum dapat dilihat melalui indikator perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan PDRB per kapita Pertumbuhan PDRB selama tiga tahun terakhir (tahun 2009 s.d 2011) berdasarkan harga berlaku dan harga konstan.  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menggambarkan kemampuan wilayah untuk menciptakan output atau nilai tambah pada suatu waktu tertentu. Ada  pendekatan dalam penyusunan PDRB yaitu pendekatan sektoral dan pendekatan penggunaan. PDRB dari sisi sektoral merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi atas berbagai aktivitas produksinya.
    Sedangkan dari sisi penggunaan, PDRB menjelaskan tentang penggunaan dari nilai tambah tersebut.

     Tabel 2.8
    Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2007 – 2011
    Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 Kota Sorong

    No Sektor 2009® 2010® 2011**
    (Rp) % (Rp) % (Rp) %
    1 Pertanian 198.080,38 13,90 204,397,11 13,32 210.063,57 12,57
    2 Pertambangan & Penggalian 14.162,62 0,99 14,658,66 0,96 14.939,95 0,90
    3 Industri Pengolahan 256.226,97 17,98 278.990,11 18,18 303.793,83 18,30
    4 Listrik,Gas & Air bersih 14.292,81 1,00 16.291,31 1,06 17.593,37 1,06
    5 Konstruksi 125.951,10 8,84 135.248,17 8,81 149.904,70 9,03
    6 Perdagangan, Hotel & Restoran 330.819,10 23,22 257.195,46 23,28 388.003,61 23,37
    7 Pengangkutan & Komunikasi 244.165,32 17,13 273.239,09 17,81 308.723,99 18,59
    8 Keuangan, sewa,& Js. Perusahaan 93,803,33 6,58 100.614,85 6,56 109.374,03 6,59
    9 Jasa-jasa 147.481,68 10,35 153.916,45 10,03 157.979,35 9,51
    PDRB 1.424,983,30 100,00 1,534,551,22 100,00 1,660.376,40 100,00

    Sumber: BPS Kota Sorong
    Keterangan :
    ** Angka Sangat Sementara
    ® Angka Revisi

    Tabel 2.9
    Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2007 – 2011
    Atas Dasar Harga Berlaku Kota Sorong

    No Sektor 2009® 2010® 2011**
    (Rp) % (Rp) % (Rp) %
    1 Pertanian 387.821,67 14,22 416.156,32 13,01 453.406,56 12,44
    2 Pertambangan & Penggalian 32.579,76 1,19 37.165,41 1,14 43,041,08 1,18
    3 Industri Pengolahan 424.442,52 15,56 496.101,07 15,51 549.273,99 15,07
    4 Listrik,Gas & Air bersih 37.133,43 1,36 44.902,21 1,40 52.023,08 1,43
    5 Konstruksi 240.384,08 8,81 271.238,45 8,48 315.393,55 8,65
    6 Perdagangan, Hotel & Restoran 674.475,48 24,73 824.037,48 25,78 972.813,25 26,69
    7 Pengangkutan & Komunikasi 464.350,00 17,02 541.572,68 16,93 615.551,82 16,89
    8 Keuangan, sewa,& Js. Perusahaan 210.610,49 7,72 271.443,96 8,49 318.234,63 8,73
    9 Jasa-jasa 225.841,47 9,38 295,989,42 9,25 325.741,52 8,94
    PDRB 2.272.638,90 100,00 3.198.606,99 100,00 3.645.533,49 100,00

    Sumber: BPS Kota Sorong
    Keterangan  :
    ** Angka Sangat Sementara
    ® Angka Revisi

    Tabel 2.10
    Perkembangan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2007 – 2011
    Atas Dasar Harga Berlaku (Hb) dan harga Konstan (Hk) Kota Sorong

    No Sektor 2009® 2010® 2011**
    Hb Hk Hb Hk Hb Hk
    % % % % % %
    1 Pertanian 14,22 13,90 13,01 13,32 12,44 12,56
    2 Pertambangan & Penggalian 1,19 0,99 1,16 0,96 1,18 0,90
    3 Industri Pengolahan 15,56 17,98 15,51 18,18 15,07 18,30
    4 Listrik,Gas & Air bersih 1,36 1,00 1,40 1,06 1,43 1,06
    5 Konstruksi 8,81 8,84 8,48 8,81 8,65 9,03
    6 Perdagangan, Hotel & Restoran 24,73 23,22 25,76 23,28 26,69 23,37
    7 Pengangkutan & Komunikasi 17,02 17,13 16,93 17,81 16,89 18,59
    8 Keuangan, sewa,& Js. Perusahaan 7,72 6.58 8,49 6,56 8,73 6,59
    9 Jasa-jasa 9,38 10,35 9,25 10,03 8,94 9,51
    PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

    Sumber: BPS Kota Sorong
    Keterangan  :
    **  Angka Sangat Sementara
    ®   Angka Revisi

     Tabel 2.11
    Perkembangan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2007 – 2011
    Atas Dasar Harga Berlaku (Hb) dan harga Konsumen (Hk) Kota Sorong

    No Sektor 2009® 2010® 2011**
    Hb Hk Hb Hk Hb Hk
    % % % % % %
    1 Pertanian 14,73 4,89 7,31 3,19 8,96 2,77
    2 Pertambangan & Penggalian 15,78 0,08 14,08 3,50 15,81 1,92
    3 Industri Pengolahan 17,10 13,39 16,88 8,88 10,72 8,89
    4 Listrik,Gas & Air bersih 21,42 10,89 20,92 13,98 15,86 7,99
    5 Konstruksi 9,99 5,86 12,84 7,38 16,28 10,84
    6 Perdagangan, Hotel & Restoran 11,15 6,40 22,17 7,97 18,05 8,63
    7 Pengangkutan & Komunikasi 11,05 10,34 16,63 11,91 13,66 12,99
    8 Keuangan, sewa,& Js. Perusahaan 23,13 23,53 28,88 7,26 17,24 8,71
    9 Jasa-jasa 13,21 4,59 15,69 4,36 10,05 2,64
    PDRB 13,66 8,78 17,27 7,69 13,97 8,20

    Sumber: BPS Kota Sorong
    Keterangan :
    ** Angka Sangat Sementara
    ® Angka Revisi

    Tabel 2.12
    Pertumbuhan Kontribusi Sektor dan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Hb)
     dan harga Konstan (Hk) Tahun 2000 sampai dengan Tahun 2011** Kota Sorong

    No Sektor Pertumbuhan
    Hb Hk
    % %
    1 Pertanian 8,96 2,77
    2 Pertambangan & Penggalian 15,81 1,92
    3 Industri Pengolahan 10,72 8,89
    4 Listrik,Gas & Air bersih 15,86 7,99
    5 Konstruksi 16,28 10,84
    6 Perdagangan, Hotel & Restoran 18,05 8,63
    7 Pengangkutan & Komunikasi 13,66 12,99
    8 Keuangan, sewa,& Jasa Perusahaan 17,24 8,71
    9 Jasa-jasa 10,05 2,64
    PDRB 13,97 8,20

    Sumber: BPS Kota Sorong

    • Dengan melihat data perkembangan PDRB tersebut maka dapat disimpulkan kondisi makro ekonomi Kota Sorong sebagai berikut :
      Nilai Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kota Sorong tahun 2011 sebesar Rp 3.645.533,49 M, capaian tersebut meningkat 12,25% dibandingkan dengan tahun 2010 yang mencapai Rp 3.198.606,99 M.
    • Nilai Produk Domestik Bruto (PDRB) Kota Sorong atas dasar harga konstan pada tahun 2011 sebesar Rp 1.660.376,40 M atau mengalami peningkatan sebesar 7,58 % dari tahun 2010 yang mencapai Rp 1.534.551,22 M.
    • Dilihat dari struktur PDRB Kota Sorong sampai dengan tahun 2011, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran memberikan kontribusi yang paling besar sebanyak Rp 972.813,25 M atau 15,29% disusul Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar Rp 615.551,82 M atau 12,01%

    2. PDRB per Kapita
    Angka PDRB perkapita menunjukkan tingkat pendapatan yang diterima oleh masing-masing penduduk, dan besarnya pendapatan per kapita tersebut diperoleh dari hasil pembagian antara pendapatan regional dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Namun demikian tidak seluruh PDRB dinikmati oleh masyarakat karena ada sebagian  nilai PDRB yang dibawa keluar kota.
    PDRB perkapita Kota Sorong meningkat cukup pesat, pada tahun 2008 PDRB perkapita ADHB sebesar 13.743.357,55 meningkat di tahun 2009 sebesar 14.920.621,93, meningkat lagi di tahun 2010 sebesar 16.779.577,68 dan di tahun 2011 meningkat sebesar 18.431.054,12, sedangkan untuk PDRB per kapita ADHK tahun 2008 sebesar 7.502.310,78 meningkat di tahun 2009 sebesar 7.794.887,04, di tahun 2010 meningkat sebesar 8.050.104,77 , tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 8.394.515,50
    Perkembangan PDRB perkapita Kota Sorong mengalami fluktuasi selama kurun waktu 2007-2011. Selama kurun waktu tersebut, perkembangan PDRB perkapita Kota Sorong tertinggi pada tahun 2011 dengan perkembangan sebesar 8,66 %.

    Grafik 2.1
    Pendapatan Per Kapita Penduduk Kota Sorong
    Tahun 2007-2011

    Tabel 2

     Perkembangan PDRB per kapita selama lima tahun terakhir disajikan pada tabel 2.10 berikut:

    Tabel  2.13
    Perkembangan PDRB per Kapita Kota Sorong Tahun 2007-2011
    Menurut Harga Konstan Tahun 2000

    Uraian 2007 2008 2009 2010 2011
    Nilai PDRB ADHB (Jutaan Rp)          1,869,355.55      2,399,768.89      2,727,638.90      3,198,606.99      3,645,533.49
    Nilai PDRB ADHB (Jutaan Rp)          1,212,764.48      1,310,000.99      1,424,983.30      1,534,551.22      1,660,376.40
    Jumlah Penduduk pertengahan Tahun (Jiwa)                    166,745                174,613                182,810                190,625                197,793
    PDRB Per kapita ADHB (Rp/Jiwa)        11,210,864.21    13,743,357.55    14,920,621.93    16,779,577.68    18,431,054.12
    PDRB Per kapita ADHK (Rp/Jiwa)          7,273,168.51      7,502,310.78      7,794,887.04      8,050,104.77      8,394,515.50

    Sumber : BPS Kota Sorong

    3. Pertumbuhan Ekonomi
    Salah satu dimensi pembangunan dapat diindikasikan sebagai tingkat pertumbuhan ekonomi adalah melalui persentase tingkat laju pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Kota Sorong yang diukur dengan menggunakan PDRB atas dasar harga konstan.  Pertumbuhan ekonomi Kota Sorong berasal dari pertumbuhan setiap sektor dapat dilihat pada tabel berikut :

    Tabel  2.14
    Sumber Pertumbuhan Ekonomi Kota Sorong Tahun 2009-2011

    Lapangan Usaha 2009 2010 2011
    Pertanian 0.71 0.44 0.37
    Pertambangan dan Penggalian 0.00 0.03 0.02
    Industri Pengolahan 2.31 1.60 1.62
    Listrik dan Air Bersih 0.11 0.14 0.08
    Bangunan 0.53 0.65 0.96
    Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.52 1.85 2.01
    Pengangkutan dan Komunikasi 1.75 2.04 2.31
    Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 1.36 0.48 0.57
    Jasa-jasa lainnya 0.49 0.45 0.26
    Pertumbuhan Ekonomi 8.78 7.69 8.20

    Sumber : BPS Kota Sorong

    Dari tabel diatas menunjukkan sumber pertumbuhan ekonomi dari tahun 2009 – 2011. Pada tahun 2009, pertumbuhan ekonomi Kota Sorong sebesar 8,78% berasal dari sektor industri pengolahan sebesar 2,31%; sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 1,75%; sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar 1,52%; sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 1,36%; dan sisanya sebesar 1,84% berasal dari 5 (lima) sektor lainnya.
    Pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Kota Sorong sebesar 7,69% sebagian besar disumbangkan oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 2,04%; sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar 1,85%; sektor industri pengolahan sebesar 1,60%; dan sisanya sebesar 2,19% berasal dari 6 (enam) sektor lainnya.
    Pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi Kota Sorong sebesar 8,20% sebagian besar disumbangkan oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 2,31%; sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar 2,01%; sektor industri pengolahan sebesar 1,62%; dan sisanya sebesar 2,26% berasal dari 6 (enam) sektor lainnya

    4. Laju Inflasi.
    Inflasi merupakan perubahan tingkat harga (barang dan Jasa) umumnya terjadi secara terus menerus. Inflasi yang tinggi tingkatnya tidak akan menggalakan perkembangan ekonomi. Biaya yang terus menerus naik menyebabkan kegiatan produktif sangat tidak menguntungkan. Inflasi berdampak secara umum pada kegiatan ekonomi negara yang lebih lanjut berdampak pada pengangguran.
    Selain itu menimbulkan efek-efek pada individu masyarakat diantaranya adalah menurunkan pendapatan riil masyarakat berpendapatan tetap, mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang dan memperburuk pembagian kekayaan. Secara umum laju inflasi Kota Sorong dapat ditekan pada kisaran dibawah 9%.

    Tabel 2.15
    Nilai Inflasi Rata – Rata tahun 2009 – 2011
    Kota Sorong

      2009 2010 2011 Rata-rata Pertumbuhan
    Inflasi 2.61 8.13 0.9 3.88

    Sumber Data: Kota Sorong dalam Angka

    Grafik 2.2
    Nilai Inflasi Rata – Rata tahun 2009 s.d 2011 Kota Sorong

    Tabel 3

     

    Komentar Anda

    Kegiatan Walikota & Wakil

    Facebook Fanspage

    Herryanus Widjasena membagikan foto ke Kronologi Humas Sorong Kota. ... See MoreSee Less

    View on Facebook

    Humas Sorong Kota memperbarui foto sampulnya. ... See MoreSee Less

    View on Facebook

    RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA DPRD KOTA SORONG MASA SIDANG TAHUN 2017
    =============================================
    Sorong,(17/05). Bertempat di ruangan sidang utama, kantor DPRD Kota Sorong, dilakasanakan rapat paripurna dalam rangka penyerahan keputusan DPRD Kota Sorong tentang rekomendasi terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban akhir masa jabatan Walikota Sorong periode 2012-2017.

    Dihadari Walikota Sorong Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM, Wakil Walikota Sorong dr. Hj Pahima Iskandar, Ketua DPRD Petronela Kambuaya, S.Pd, Wakil Ketua Denny Mamusung, serta para Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Anggota DPRD, Sekretaris Daerah, dan Pimpinan SKPD dilingkungan pemerintah kota sorong.
    ... See MoreSee Less

    View on Facebook

    Selamat Sore....Bapak Ibu Sodara/i yang saya hormati mohon perhatian sebuah pemberitahuan atau pengumuman bahwa Aksi Damai untuk keutuhan NKRI dan pembakaran 1000 lilin untuk ahok akan dilakssanakan pada:

    Hari / Tanggal : Sabtu, 13 Mei 2017
    Jam : 16.00 WIT ( 4 Sore)
    Tempat : Lapangan Hocky Kota Sorong Papua Barat

    Agenda Acara :

    1. Menyanyikan Lagu - lagu kebangsaan atau lagu perjuangan

    2. Orasi Aksi Damai.

    3. Pembakaran Lilin Jam 19.00 WIT ( 7 Malam).

    Oleh sebab itu diharapkan Bp, Ibu, Sodara/ i Warga Kota Sorong untuk hadir dalam kegiatan dimaksud demikian terimakasih.

    ✌️✌️✌️
    ... See MoreSee Less

    View on Facebook

    KERJA BAKTI
    <><><><><><><><><><><><><>
    Kamis, 11 Mei 2017
    Keluarga besar PT.Pelindo IV (Persero) Cabang Sorong melaksanakan kerja bakti di
    Jl. A.Yani, depan Pelabuhan Laut Kota Sorong.

    "Mari Kita Bersama-Sama Menjaga Kebersihan Kota Sorong"
    ... See MoreSee Less

    View on Facebook
     
    Copyright © 2013 - 2014 | Website Resmi Pemerintah Kota Sorong
    Website ini dikelola oleh Kantor PDE Kota Sorong