Follow Us:
  • Kesejahteraan Masyarakat

    FOKUS KESEJAHTERAAN DAN PEMERATAAN EKONOMI

    Aspek kesejahteraan dan pemerataan ekonomi mencakup: (1) Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); (2) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Per Kapita; (3) Pertumbuhan Ekonomi; dan      (4) Laju  inflasi. Uraian lebih mendalam tentang ke 4 (empat) struktur aspek kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, dapat dipaparkan sebagai berikut :

    1. Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
    Pertumbuhan perekonomian daerah secara umum dapat dilihat melalui indikator perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan PDRB per kapita Pertumbuhan PDRB selama tiga tahun terakhir (tahun 2009 s.d 2011) berdasarkan harga berlaku dan harga konstan.  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menggambarkan kemampuan wilayah untuk menciptakan output atau nilai tambah pada suatu waktu tertentu. Ada  pendekatan dalam penyusunan PDRB yaitu pendekatan sektoral dan pendekatan penggunaan. PDRB dari sisi sektoral merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi atas berbagai aktivitas produksinya.
    Sedangkan dari sisi penggunaan, PDRB menjelaskan tentang penggunaan dari nilai tambah tersebut.

     Tabel 2.8
    Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2007 – 2011
    Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 Kota Sorong

    No Sektor 2009® 2010® 2011**
    (Rp) % (Rp) % (Rp) %
    1 Pertanian 198.080,38 13,90 204,397,11 13,32 210.063,57 12,57
    2 Pertambangan & Penggalian 14.162,62 0,99 14,658,66 0,96 14.939,95 0,90
    3 Industri Pengolahan 256.226,97 17,98 278.990,11 18,18 303.793,83 18,30
    4 Listrik,Gas & Air bersih 14.292,81 1,00 16.291,31 1,06 17.593,37 1,06
    5 Konstruksi 125.951,10 8,84 135.248,17 8,81 149.904,70 9,03
    6 Perdagangan, Hotel & Restoran 330.819,10 23,22 257.195,46 23,28 388.003,61 23,37
    7 Pengangkutan & Komunikasi 244.165,32 17,13 273.239,09 17,81 308.723,99 18,59
    8 Keuangan, sewa,& Js. Perusahaan 93,803,33 6,58 100.614,85 6,56 109.374,03 6,59
    9 Jasa-jasa 147.481,68 10,35 153.916,45 10,03 157.979,35 9,51
    PDRB 1.424,983,30 100,00 1,534,551,22 100,00 1,660.376,40 100,00

    Sumber: BPS Kota Sorong
    Keterangan :
    ** Angka Sangat Sementara
    ® Angka Revisi

    Tabel 2.9
    Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2007 – 2011
    Atas Dasar Harga Berlaku Kota Sorong

    No Sektor 2009® 2010® 2011**
    (Rp) % (Rp) % (Rp) %
    1 Pertanian 387.821,67 14,22 416.156,32 13,01 453.406,56 12,44
    2 Pertambangan & Penggalian 32.579,76 1,19 37.165,41 1,14 43,041,08 1,18
    3 Industri Pengolahan 424.442,52 15,56 496.101,07 15,51 549.273,99 15,07
    4 Listrik,Gas & Air bersih 37.133,43 1,36 44.902,21 1,40 52.023,08 1,43
    5 Konstruksi 240.384,08 8,81 271.238,45 8,48 315.393,55 8,65
    6 Perdagangan, Hotel & Restoran 674.475,48 24,73 824.037,48 25,78 972.813,25 26,69
    7 Pengangkutan & Komunikasi 464.350,00 17,02 541.572,68 16,93 615.551,82 16,89
    8 Keuangan, sewa,& Js. Perusahaan 210.610,49 7,72 271.443,96 8,49 318.234,63 8,73
    9 Jasa-jasa 225.841,47 9,38 295,989,42 9,25 325.741,52 8,94
    PDRB 2.272.638,90 100,00 3.198.606,99 100,00 3.645.533,49 100,00

    Sumber: BPS Kota Sorong
    Keterangan  :
    ** Angka Sangat Sementara
    ® Angka Revisi

    Tabel 2.10
    Perkembangan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2007 – 2011
    Atas Dasar Harga Berlaku (Hb) dan harga Konstan (Hk) Kota Sorong

    No Sektor 2009® 2010® 2011**
    Hb Hk Hb Hk Hb Hk
    % % % % % %
    1 Pertanian 14,22 13,90 13,01 13,32 12,44 12,56
    2 Pertambangan & Penggalian 1,19 0,99 1,16 0,96 1,18 0,90
    3 Industri Pengolahan 15,56 17,98 15,51 18,18 15,07 18,30
    4 Listrik,Gas & Air bersih 1,36 1,00 1,40 1,06 1,43 1,06
    5 Konstruksi 8,81 8,84 8,48 8,81 8,65 9,03
    6 Perdagangan, Hotel & Restoran 24,73 23,22 25,76 23,28 26,69 23,37
    7 Pengangkutan & Komunikasi 17,02 17,13 16,93 17,81 16,89 18,59
    8 Keuangan, sewa,& Js. Perusahaan 7,72 6.58 8,49 6,56 8,73 6,59
    9 Jasa-jasa 9,38 10,35 9,25 10,03 8,94 9,51
    PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

    Sumber: BPS Kota Sorong
    Keterangan  :
    **  Angka Sangat Sementara
    ®   Angka Revisi

     Tabel 2.11
    Perkembangan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2007 – 2011
    Atas Dasar Harga Berlaku (Hb) dan harga Konsumen (Hk) Kota Sorong

    No Sektor 2009® 2010® 2011**
    Hb Hk Hb Hk Hb Hk
    % % % % % %
    1 Pertanian 14,73 4,89 7,31 3,19 8,96 2,77
    2 Pertambangan & Penggalian 15,78 0,08 14,08 3,50 15,81 1,92
    3 Industri Pengolahan 17,10 13,39 16,88 8,88 10,72 8,89
    4 Listrik,Gas & Air bersih 21,42 10,89 20,92 13,98 15,86 7,99
    5 Konstruksi 9,99 5,86 12,84 7,38 16,28 10,84
    6 Perdagangan, Hotel & Restoran 11,15 6,40 22,17 7,97 18,05 8,63
    7 Pengangkutan & Komunikasi 11,05 10,34 16,63 11,91 13,66 12,99
    8 Keuangan, sewa,& Js. Perusahaan 23,13 23,53 28,88 7,26 17,24 8,71
    9 Jasa-jasa 13,21 4,59 15,69 4,36 10,05 2,64
    PDRB 13,66 8,78 17,27 7,69 13,97 8,20

    Sumber: BPS Kota Sorong
    Keterangan :
    ** Angka Sangat Sementara
    ® Angka Revisi

    Tabel 2.12
    Pertumbuhan Kontribusi Sektor dan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Hb)
     dan harga Konstan (Hk) Tahun 2000 sampai dengan Tahun 2011** Kota Sorong

    No Sektor Pertumbuhan
    Hb Hk
    % %
    1 Pertanian 8,96 2,77
    2 Pertambangan & Penggalian 15,81 1,92
    3 Industri Pengolahan 10,72 8,89
    4 Listrik,Gas & Air bersih 15,86 7,99
    5 Konstruksi 16,28 10,84
    6 Perdagangan, Hotel & Restoran 18,05 8,63
    7 Pengangkutan & Komunikasi 13,66 12,99
    8 Keuangan, sewa,& Jasa Perusahaan 17,24 8,71
    9 Jasa-jasa 10,05 2,64
    PDRB 13,97 8,20

    Sumber: BPS Kota Sorong

    • Dengan melihat data perkembangan PDRB tersebut maka dapat disimpulkan kondisi makro ekonomi Kota Sorong sebagai berikut :
      Nilai Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kota Sorong tahun 2011 sebesar Rp 3.645.533,49 M, capaian tersebut meningkat 12,25% dibandingkan dengan tahun 2010 yang mencapai Rp 3.198.606,99 M.
    • Nilai Produk Domestik Bruto (PDRB) Kota Sorong atas dasar harga konstan pada tahun 2011 sebesar Rp 1.660.376,40 M atau mengalami peningkatan sebesar 7,58 % dari tahun 2010 yang mencapai Rp 1.534.551,22 M.
    • Dilihat dari struktur PDRB Kota Sorong sampai dengan tahun 2011, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran memberikan kontribusi yang paling besar sebanyak Rp 972.813,25 M atau 15,29% disusul Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar Rp 615.551,82 M atau 12,01%

    2. PDRB per Kapita
    Angka PDRB perkapita menunjukkan tingkat pendapatan yang diterima oleh masing-masing penduduk, dan besarnya pendapatan per kapita tersebut diperoleh dari hasil pembagian antara pendapatan regional dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Namun demikian tidak seluruh PDRB dinikmati oleh masyarakat karena ada sebagian  nilai PDRB yang dibawa keluar kota.
    PDRB perkapita Kota Sorong meningkat cukup pesat, pada tahun 2008 PDRB perkapita ADHB sebesar 13.743.357,55 meningkat di tahun 2009 sebesar 14.920.621,93, meningkat lagi di tahun 2010 sebesar 16.779.577,68 dan di tahun 2011 meningkat sebesar 18.431.054,12, sedangkan untuk PDRB per kapita ADHK tahun 2008 sebesar 7.502.310,78 meningkat di tahun 2009 sebesar 7.794.887,04, di tahun 2010 meningkat sebesar 8.050.104,77 , tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 8.394.515,50
    Perkembangan PDRB perkapita Kota Sorong mengalami fluktuasi selama kurun waktu 2007-2011. Selama kurun waktu tersebut, perkembangan PDRB perkapita Kota Sorong tertinggi pada tahun 2011 dengan perkembangan sebesar 8,66 %.

    Grafik 2.1
    Pendapatan Per Kapita Penduduk Kota Sorong
    Tahun 2007-2011

    Tabel 2

     Perkembangan PDRB per kapita selama lima tahun terakhir disajikan pada tabel 2.10 berikut:

    Tabel  2.13
    Perkembangan PDRB per Kapita Kota Sorong Tahun 2007-2011
    Menurut Harga Konstan Tahun 2000

    Uraian 2007 2008 2009 2010 2011
    Nilai PDRB ADHB (Jutaan Rp)          1,869,355.55      2,399,768.89      2,727,638.90      3,198,606.99      3,645,533.49
    Nilai PDRB ADHB (Jutaan Rp)          1,212,764.48      1,310,000.99      1,424,983.30      1,534,551.22      1,660,376.40
    Jumlah Penduduk pertengahan Tahun (Jiwa)                    166,745                174,613                182,810                190,625                197,793
    PDRB Per kapita ADHB (Rp/Jiwa)        11,210,864.21    13,743,357.55    14,920,621.93    16,779,577.68    18,431,054.12
    PDRB Per kapita ADHK (Rp/Jiwa)          7,273,168.51      7,502,310.78      7,794,887.04      8,050,104.77      8,394,515.50

    Sumber : BPS Kota Sorong

    3. Pertumbuhan Ekonomi
    Salah satu dimensi pembangunan dapat diindikasikan sebagai tingkat pertumbuhan ekonomi adalah melalui persentase tingkat laju pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Kota Sorong yang diukur dengan menggunakan PDRB atas dasar harga konstan.  Pertumbuhan ekonomi Kota Sorong berasal dari pertumbuhan setiap sektor dapat dilihat pada tabel berikut :

    Tabel  2.14
    Sumber Pertumbuhan Ekonomi Kota Sorong Tahun 2009-2011

    Lapangan Usaha 2009 2010 2011
    Pertanian 0.71 0.44 0.37
    Pertambangan dan Penggalian 0.00 0.03 0.02
    Industri Pengolahan 2.31 1.60 1.62
    Listrik dan Air Bersih 0.11 0.14 0.08
    Bangunan 0.53 0.65 0.96
    Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.52 1.85 2.01
    Pengangkutan dan Komunikasi 1.75 2.04 2.31
    Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 1.36 0.48 0.57
    Jasa-jasa lainnya 0.49 0.45 0.26
    Pertumbuhan Ekonomi 8.78 7.69 8.20

    Sumber : BPS Kota Sorong

    Dari tabel diatas menunjukkan sumber pertumbuhan ekonomi dari tahun 2009 – 2011. Pada tahun 2009, pertumbuhan ekonomi Kota Sorong sebesar 8,78% berasal dari sektor industri pengolahan sebesar 2,31%; sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 1,75%; sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar 1,52%; sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 1,36%; dan sisanya sebesar 1,84% berasal dari 5 (lima) sektor lainnya.
    Pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Kota Sorong sebesar 7,69% sebagian besar disumbangkan oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 2,04%; sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar 1,85%; sektor industri pengolahan sebesar 1,60%; dan sisanya sebesar 2,19% berasal dari 6 (enam) sektor lainnya.
    Pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi Kota Sorong sebesar 8,20% sebagian besar disumbangkan oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 2,31%; sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar 2,01%; sektor industri pengolahan sebesar 1,62%; dan sisanya sebesar 2,26% berasal dari 6 (enam) sektor lainnya

    4. Laju Inflasi.
    Inflasi merupakan perubahan tingkat harga (barang dan Jasa) umumnya terjadi secara terus menerus. Inflasi yang tinggi tingkatnya tidak akan menggalakan perkembangan ekonomi. Biaya yang terus menerus naik menyebabkan kegiatan produktif sangat tidak menguntungkan. Inflasi berdampak secara umum pada kegiatan ekonomi negara yang lebih lanjut berdampak pada pengangguran.
    Selain itu menimbulkan efek-efek pada individu masyarakat diantaranya adalah menurunkan pendapatan riil masyarakat berpendapatan tetap, mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang dan memperburuk pembagian kekayaan. Secara umum laju inflasi Kota Sorong dapat ditekan pada kisaran dibawah 9%.

    Tabel 2.15
    Nilai Inflasi Rata – Rata tahun 2009 – 2011
    Kota Sorong

      2009 2010 2011 Rata-rata Pertumbuhan
    Inflasi 2.61 8.13 0.9 3.88

    Sumber Data: Kota Sorong dalam Angka

    Grafik 2.2
    Nilai Inflasi Rata – Rata tahun 2009 s.d 2011 Kota Sorong

    Tabel 3

     

    Komentar Anda

    Kegiatan Walikota & Wakil

    Facebook Fanspage

    Wakil Walikota Sorong dr. Hj. Pahimah Iskandar bersama Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Barat dan jajarannya serta pimpinan SKPD dan mesyarakat sekitar lokasi Kali Remu melakukan pembersihan sampah dari hilir ke hulu Kali Remu, Rabu (22/3).

    Pembersihan sampah Kali Remu tersebut merupakan bagian dari Pencanangan menjaga pengelolaan Sungai Remu yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Air Sedunia ke-25 yang jatuh pada 22 Maret 2017.

    Kegiatan bersih-bersih kali remu digabungkan dengan kegiatan penanaman pohon yang dilakukan di muara (bantaran sungai) dan di hulu (Daerah Aliran Sungai) untuk tujuan mengembalikan fungsi sungai ke fungsi yang sebenarnya.

    "Kami sangat berharap supaya kita semua khususnya warga kota sorong yang berdiam disepanjang sungai/kali Remu ini bisa sama-sama menjaga kebersihan sungai," harap Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Barat Elroy Koyari, ST., MT.

    Disampaikannya pula, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Papua Barat akan siap membantu dengan berbagai program, bersinergi untuk menjaga kali agar tetap bersih.

    "Kalau penataan kawasan di kiri kanan ini bagian dari Direktorat Cipta Karya, didalam sungai sendiri bagian dari Balai Wilayah Air, jadi kami berkolaborasi,"
    Diharapkannya, Kali Remu menjadi contoh di Provinsi Papua Barat untuk pengelolaan sungai yang bersih dan baik yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat.

    Wakil Walikota Sorong dr. Hj. Pahimah Iskandar dalam sambutannya sebelum mencanangkan gerakan menjaga pengelolaan sungai remu mengatakan bahwa peringatan hari air sedunia mengingatkan agar semua elemen masyarakat dapat memanfaatkan air secara efisien sehingga kelestariannya dapat terpelihara sebaik mungkin.

    "Saya mengajak masyarakat Kota Sorong, mari kita bekerjasama dan melakukan karya nyata agar bumi ini bersih dan hijau sehingga lingkungan lestari dan ketersediaan air selalu terjamin," harapnya.
    ... See MoreSee Less

    View on Facebook

    Wakil Walikota Sorong dr. Hj. Pahimah Iskandar secara resmi membuka Kantor Cabang PT. Subitu Kreasi Busana dan PT. Subitu Karya Teknik sekaligus dioperasikan diwilayah Kota Sorong. (21/3) dihalaman City View Hotel Kota Sorong.
    Hadir mendampingi Wawali pimpinan pimpinan SKPD dilingkup Pemerintah Kota Sorong, pinpinana TNI/Polri Kab. Bintuni, Vice President Comunication Bp Indonesia, SKK Migas.

    PT. Subitu Kerasi Busana merupakan Perusahaan produksi pakaian jadi dan pelengkapnya. ; dan
    PT. Subitu Karya Teknik bergerak dibidang teknik dengan penjualan berbagai alat alat elektronik.
    Sebagai bentuk perhatian serta kepedulian BIPI bagi 7 suku asli yang mendiami Kabupaten Teluk Bintuni, usaha ini dibentuk dengan maksud memberdayakan masyarakat asli setempat sebagai penjahit dan teknisi. Dengan harapan kedepan masyarakat mampu berdiri sendiri dengan pengalaman yang ada untuk bersaing dalam dunia usaha. Demikian disampaikan ketua panitia penyelenggara.

    Wakil Walikota Sorong dalam sambutannya mengatakan dirinya atas nama Pemerintah Kota Sorong menyambut baik dan memberikan apreseasi yang tinggi atas dibukanya Kantor Cabang Sibitu di Kota Sorong dan terima kasih juga kepada LNG Tangguh yang tetap berkomitmen untuk meningkatkan ekonomi dan taraf hidup masyarakat papua khususnya di Teluk Bintuni.
    Ditambahkan Wawali dengan letak geografis yang sangat strategis sebagai conecting area Papua Dan Maluku dan pintu gerbang tanah papua. Saat ini mengalami perubahan yang sangat signifikan, sehingga menarik perhatian dari kalangan pengusaha untuk berinvestasi di Kota Sorong. Untuk maksud tersebut saya menilai langkah yang diambil manajemen PT. Sibitu dengan memilih Kota Sorong sebagai tempat untuk berinvestasi.
    Diyakini Wawali berbekal ketekunan, pengalaman dan pemahaman yang baik dalam dunia usaha PT. Sibitu dapat berkembang dengan pesat dan dapat bersaing di era Masyarakat Asean sekarang ini.
    Usai memberikan sambutan, Wawali ditemani pejabat melihat langsung hasil produksi busana serta alat alat elektronik yang siap di jual.
    ... See MoreSee Less

    View on Facebook

    Walikota Sorong Drs. Ec.Lambert Jitmau,MM secara resmi membuka kegiatan seminar sehari " Air dan Air Limbah "di Aula Samu Siret Kota Sorong (19/3).
    Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Dra. Welly Tigtigweria, anggota DPRD Kota Sorong Safruddin Sabonama, SH, Kaban Lingkungan Hidup Kota Sorong, kepala Bp SKK migas.

    Melalui sambutan yang di sampaikan Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Barat
    Elroy KoyariST,MT mengatakan menyambut HUT ke 25 "hari Air Sedunia" yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2017 mendatang, beberapa kegiatan telah dilakukan dan hari ini seminar sehari dilakukan dengan mengangkat Thema " Air dan Air Limbah ".
    Air sungai remu ditunjuk Balai Sungai wilayah sungai papua barat sebagai pusat kegiatan penanaman pohon yang dimulai dari hulu sampai hilir serta pembersihan sampah disepanjang sungai remu pada hari "H" pelaksaan Hari Air sedunia tanggal 22 Maret mendatang.
    Ditambahkan kepala balai wilayah sungai papua barat Tujuan seminar sehari ini dilakukan adalah untuk memberikan saran dan masukan kepada pemerintah serta memberikan pemahaman kepada peserta tentang bagaimana menjaga serta melestarikan lingkungan dengan baik.

    Walikota Sorong Drs.Ec. Lambert Jitmau,MM mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai Papua Barat yang telah menunjuk sungai Remu Kota Sorong sebagai fokus kegiatan.
    Dikatakan Walikota, air merupakan kebutuhan utama manusia yang perlu dijaga dan dilindungi serta dilestarikan, namun sebagai manusia kita selalu menyepelekan tanggung jawab kita untuk bersama sama menjaga, melindungi dan melestarikan alam di sekitar kita termasuk air.
    Dijelaskan Walikota, sungai remu pada 20-30 tahun silam merupakan sungai yang sangat bersih, dapat dikonsumsi serta digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia. Namun jika sungai remu dilihat sekarang sudah sangat tercemar. Hal ini terjadi akibat kurangnya kesadaran manusia itu sendiri dalam menjaga mengelola lingkungan disekitarnya.
    Oleh karena itu Walikota mengharapkan melalui seminar sehari ini para peserta dapat belajar dan mengerti bagaimana pentingnya kita mempunyai tanggung jawab untuk menjaga serta mengelolah lingkungan disekitar kita dan peserta dapat mensosialisasikannya kepada orang disekitarnya.
    Karena akibat dari kelalaian kita terhadap lingkungan akan memberikan dampak buruk pula kepada kita juga. Selama ini pemerintah selalu disalahkan dan dituntut untuk bertanggung jawab tanpa kita tidak menyadari bahwa kita juga harus bertanggung jawab mengatasi berbagai dampak yang terjadi akibat perbuatan kita juga.
    Kepada peserta Walikota menyampaikan selamat mengikuti seminar ini dengan baik sampai dengan berakhir.
    ... See MoreSee Less

    View on Facebook

    Gubernur Provinsi Papua Barat diwakili Asisten III bidang Umum Setda Kota Sorong Drs. Welhemus Asmuruf (17/3) secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penbinaan dan Penanganan Perkara di Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan Negeri.
    Bimtek yang di selenggarakan oleh Biro Hukum Provinsi Papua Barat ini melibatkan peserta dari Bagian Hukum Kab/Kota se-Provinsi Papua Barat.
    Kegiatan bimtek ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang tersedianya aparatur yang berkemampuan untuk beracara di PTUN Dan PN sesuai amanat undang undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

    Sambutan Gubernur Provinsi Papua Barat yang dibacakan Asisten III bidang Umum Setda Kota Sorong Drs. Welhemus Asmuruf mengatakan seiring dengan dinamikan kemajuan penyelenggaraan pemerintahan di Kab/Kota se-Provinsi Papua Barat, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat seringkali melahirkan adanya permasalahan yang bermuara pada perkara hukum baik di PTUN maupun di PN.
    Sejalan dengan paradigma baru dan semakin kompleksitas tantangan yang akan kita hadapi kedepan utamanya yang berkaitan dengan permasalahan perkara hukum, maka kita dituntut untuk mampu menjawab dan menghadapi tantangan tersebut. Bimtek yang dilaksanakan merupakan salah satu upaya dan media untuk menambah serta meningkatkan kemampuan dan pengetahuan bagi ASN daerah yang persiapkan guna menangani perkara baik di PTUN maupun di PN.
    Oleh karena itu Gubernur meminta kepada peserta untuk duduklah disitu, berlajarlah disitu sehingga akan menjadilah pandai untuk menjadi aparatur yang siap pakai, kredibel, kapabel dan berkualitas.
    Lanjut Gibernur kredibilitas, kapabilitas dan kualitas aparatur menjadi cermin pemerintah dan tolak ukur kepercayaan masyarakat. Kita harus mampu menjadi pelayan masyarakat yang berkemampuan dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepada kita.
    ... See MoreSee Less

    View on Facebook

    PEMKOT SORONG MEMBERIKAN BANTUAN BAHAN POKOK KEPADA KORBAN KEBAKARAN
    =============================================
    Sesuai arahan Walikota Sorong Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM agar Dinas Sosial segera mengirimkan bantuan bahan pokok (bapok) kepada para korban bencana kebakaran di RT.03 RW.01 Kelurahan Klawasi Distrik Sorong Barat.

    Rabu (15/3) siang, jajaran Dinas Sosial tiba di Posko bersama 2 unit mobil pick up mengangkut bahan pokok yakni sebanyak 46 karung beras masing-masing 10 kg dan 100 karton mie instan.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Sorong Drs. Wilhelmus Asmuruf langsung menyerahkan bantuan kepada korban bencana kebakaran yang menghanguskan 13 unit rumah warga tersebut didampingi Kasatpol PP, Kepala Distrik Sorong Barat dan Lurah serta RT/RW setempat.

    "Sementara bantuan kita berikan ini dulu, ini merupakan bukti kepedulian dari Pemerintah Kota Sorong, kiranya dapat dibagi secara merata kepada warga yang menjadi korban bencana kebakaran," harap Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Sorong Drs. Wilhelmus Asmuruf usai penyerahan bantuan bahan pokok di Posko Bencana Kebakaran Kelurahan Klawasi, kemarin.

    Adapun 13 unit rumah warga yang terbakar, akan dibangun kembali sebanyak 16 unit rumah berukuran 6 x 7 meter dengan bahan bangunan dari kayu setelah puing-puing bekas kebakaran seperti seng dan kayu dibersihkan oleh Dinas Kebersihan dibantu warga korban kebakaran.
    ... See MoreSee Less

    View on Facebook
     
    Copyright © 2013 - 2014 | Website Resmi Pemerintah Kota Sorong
    Website ini dikelola oleh Kantor PDE Kota Sorong